Cimeng adalah
kucingku, kucing liar yang suka berada diteras rumahku. Dia melahirkan 3 ekor
bayi kucing yang sangat menggemaskan. Salah satu dari mereka warna bulunya hitam putih dan yang
lainnya berwarna warni. Hari demi hari mereka tumbuh menjadi anak kucing lucu,
aku sangat senang melihat mereka. Pada suatu hari terjadi hujan lebat ditempat
tinggalku, aku baru menyadari ketika hujan berhenti anak kucingku hilang satu, Aku mencarinya kemana-mana tetapi tidak ada
dan hilang begitu saja.
Ketika mereka mulai bisa berjalan aku baru memberi nama pada
mereka, kucing yang berwarna hitam putih itu ku beri nama RERE dan yang satunya
lagi ku beri nama DEUDEU. Pada suatu
hari cimeng meninggalkan anak-anaknya dan membiarkan mereka begitu saja, aku
sangat sedih mereka ditinggalkan ibunya dalam keadaan belum bisa apa apa, aku mulai
peduli terhadap mereka. Suatu ketika salah kucing bernama RERE sakit, aku
bingung harus bagaimana merawatnya, dia terlihat sangat kurus seperti
kekurangan gizi, aku merawat RERE dengan kasih sayangku. Kebetulan tetangga ku
adalah seorang dokter hewan, dokter itu menyuntik RERE dua kali, RERE sangat
kesakitan dan seharian dia gak pulang ke rumah karena takut dokter menyuntiknya
lagi. Keesokan harinya RERE pulang ke rumah dan terlihat sangat trauma terhadap
kejadian kemarin. RERE sempat tidak mau dipegang olehku,lama kelamaan dia
mendekatiku. Sejak itu barulah kuberikan mereka kalung dengan nama mereka
sendiri.
Setelah RERE diobati oleh dokter,hari demi hari RERE menjadi
anak kucing yang semestinya. Berlari kesana sini,bermain dengan sangat aktif. Dia
baru bisa merasakan hal yang seperti itu karena masa kecilnya dulu dia tak
pernah bermain,hanya bisa berdiam melihat saudaranya bermain. Aku sangat senang
melihat mereka tumbuh dengan baik. Aku juga sangat menyayanginya,mereka adalah
kucing yang selalu menemaniku sekaligus teman terbaikku.